Nightmare

tumblr_o3fy7c1sWi1v5lkreo2_400.gif

Staring: GFriend’s SinB – Astro’s Moonbin | Genre: Slight!Romance, Fluff | Vignette

Previous Story: Have Fun! | Jealousy

+

Eunbi bukanlah tipe manusia yang akan terjaga ketika malam hari. Bukan juga yang akan terbangun karena suara bising yang tiba-tiba mengganggunya ketika ia tengah terlelap. Waktu tidurnya bisa dibilang sangat kondusif, sehingga ia tidak pernah, tuh, coba-coba begadang tidak jelas. Kecuali kalau ada tugas yang benar-benar kepepet dan harus beres hari itu juga.

Tapi malam ini, oh bukan, mungkin ia sudah harus menyebutnya pagi ini, adalah sebuah pengecualian.

Tidak tahu kenapa, telinganya tiba-tiba saja peka menangkap suara dering ponselnya yang menjerit-jerit tengah malam. Yap, Eunbi mengiranya itu adalah tengah malam, tapi ternyata, jam dindingnya menunjukkan pukul 01.33 dini hari. Yang artinya, sudah hampir menjelang pagi.

Awalnya, Eunbi ingin mengabaikan saja panggilan tersebut, lagipula siapa pula orang bodoh yang masih terjaga jam segini, seperti tidak ada kerjaan saja.

Tapi, ketika dering pertama berhenti, dering kedua segera menyusul, membuat gendang telinganya seperti mau pecah saja detik itu juga.

Dengan setengah hati, dan bersiap untuk menyemburkan segala sumpah serapahnya pada si tersangka penelfon, Eunbi segera meraih ponselnya yang ia taruh agak jauh di dekat nakas, sehingga lengannya harus kepayahan meraih benda persegi panjang itu.

Ups, sepertinya Eunbi harus menarik ucapannya tentang ‘orang bodoh yang masih terjaga jam segini’ karena ternyata orang bodoh itu adalah pacarnya sendiri.

Moonbin❤

Nama itu tertera cantik di layar ponselnya.

Agak mengherankan sekali, karena selama hampir 5 bulan ia dan Moonbin berpacaran, ini kali pertama baginya Moonbin menghubunginya tengah malam–atau menjelang pagi– begini.

Ketika pada akhirnya ia menekan tombol berwarna hijau dilayar, yang ia dengar setelahnya adalah jeritan Moonbin yang lucu disebrang sana sambil menyerukan nama lengkapnya keras-keras.

“HWANG EUNBI!”

Masih agak terkantuk-kantuk, dan tentu saja dengan matanya yang belum terbuka sempurna, Eunbi menjawab dengan suara serak khas bangun tidur.

“Moonbin..? Ngapain nelfon subuh-subuh begini?” Eunbi sedikit menguap ketika meluncurkan pertanyaan tersebut.

“Eunbi enggak apa-apa?!”

Yang disana bukannya menjawab, malah balik menyembur dengan volume suaranya yang dinaikkan beberapa oktaf.

Eunbi menautkan alisnya, kemudian memandangi dirinya sendiri yang, tentu saja saja tidak kenapa-kenapa. Badannya tidak ada yang lecet, atau otaknya tidak tiba-tiba sinting, ‘kan, ia baru saja bangun tidur, dan tidak ada alasan yang membuat ia menjadi apa-apa pagi ini. Kecuali jika suara jeritan ponselnya barusan bisa membuat tubuhnya berguling dari tempat tidur, itu baru tidak apa-apa.

Tapi, sejauh ini Eunbi merasa baik-baik saja.

“Aku? Aku baik-baik saja.”

Terdengar helaan nafas yang begitu panjang disebrang sana. Nafas Moonbin tersengal-sengal, seperti habis berlari puluhan kilometer saja.

“Syukurlah…” Desah Moonbin lega. Sepertinya lelaki itu sekarang tengah menghempaskan tubuhnya ke kasur, karena Eunbi bisa dengan jelas mendengar suara ‘bug’ pelan dari sebrang sana.

“Moonbin, kamu kenapa? Kok tiba-tiba menelfon jam segini? Lalu, kenapa suaramu seperti yang habis di kejar anjing tetangga? Kamu baik-baik saja, ‘kan?” Eunbi mulai menyerbu Moonbin dengan pertanyaan, tidak ia selipkan jeda disetiap kalimatnya.

Lelaki itu mendengus disebrang sana, “Harusnya aku yang bertanya apa Eunbi baik-baik saja!” Nada suaranya kembali naik satu oktaf. Membuat Eunbi kebingungan, kenapa ia jadi dibentak? Apa salahnya?

Masalahnya, apa motivasi Moonbin mempertanyakan keadaannya, ketika beberapa menit lalu tentu saja ia tengah tertidur dengan nyenyaknya. Lalu, kenapa Moonbin harus marah-marah segala sih?

“Loh, kok kamu marah?”

“Ya, Eunbi, bukannya menghargai aku khawatir malah mengira aku di kejar anjing tetangga!”

Ih, orang Eunbi sedang bercanda, kenapa pacarnya ini sensi sekali, sih. Tidak biasanya.

“Moonbin, aku baik-baik saja. Daritadi aku tidur. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu?”

“Aku mimpi buruk.”

Oh. Jawaban Moonbin barusan, akhirnya memberikan titik terang pada Eunbi yang sedaritadi dibuat kebingungan dengan ketidakbiasaan pacarnya menelfon pada dini hari seperti saat ini.

Dalam hati, Eunbi mentertawakan betapa imutnya Moonbin ketika khawatir, apalagi, khawatir karena dirinya. Jarang-jarang sekali lelaki ini bisa menunjukkan perasaannya dengan dengan gamblang. Sungguh luar biasa.

“Mimpi apa?” Tanya Eunbi sambil tersenyum. Ia berusaha sekeras mungkin mengulum senyumannya agar tidak bertransformasi menjadi sebuah tawa kesenangan. ‘Kan kasihan Moonbin, bisa-bisa pagi ini dia ngambek dan balas dendam dengan cara dekat-dekat Shannon. Tidak lucu.

Moonbin menghembuskan nafasnya entah untuk keberapa kali, “Aku mimpi Eunbi kecelakaan, jatuh dari tangga. Lalu yang pertama menolong Eunbi malah bukan aku, tapi Hanbin hyung. Ketika Eunbi sudah dibawa ke rumah sakit, orang yang Eunbi panggil itu malah Hanbin hyung, bukan aku. Karena panik, aku segera saja menelfon Eunbi ketika tiba-tiba terbangun. Bantalku sampai basah, banjir keringat.”

Hati Eunbi mencelos. Yaampun, kalau tahu mimpinya seburuk dan semengerikan itu, lebih baik Eunbi tidak perlu bertanya. Jatuh dari tangga? Amit-amit.

Tapi pasti sebenarnya kepanikan Moonbin itu lebih kepada ia tidak mau Eunbi jatuh ke tangan Hanbin. Yaampun, imut sekali.

“Ih, kok jatuh dari tangga, sih. Ngeri amat.”

“Iya, ‘kan? Kepalanya sampai bocor, berdarah.”

“Moonbin!”

“Ih, benar kok.”

Eunbi mendengus. “Yasudah, yang penting ‘kan, aku enggak apa-apa. Kamu bisa tidur lagi. Sebentar lagi sekolah, tahu. Kamu enggak tahu ini jam berapa?”

Moonbin merengek di sebrang sana, “Ih, ‘kan aku khawatir! Lagipula, seperti nyata sekali tahu, makanya aku telfon. Bayangkan saja siapa yang enggak akan panik ketika tahu yang Eunbi kenal itu hanya Hanbin hyung. Aku takut Eunbi amnesia!”

“Masih saja cemburu pada Hanbin, padahal dalam mimpi.”

“Memang Eunbi enggak akan cemburu pada Shannon kalau dalam mimpi?”

“Enggak usah membulak-balikan fakta, ya, aku sedang malas bercanda soal cewek itu.”

Tawa renyah Moonbin pecah disebrang sana, membuat Eunbi diam-diam tersenyum ketika mendengarnya. Syukurlah, lelaki itu sudah tidak sepanik tadi. Sepertinya ia sudah agak tenang.

“Syukurlah cuma mimpi. Aku jadi tiba-tiba kangen Eunbi.”

“Enggak usah receh ya, masih subuh.”

“Hari ini pulang sekolah kencan, yuk?”

Eunbi ingin menampar pipinya detik itu juga. Dasar Moonbin, kalau sedang sinting memang kadang-kadang malah jadi romantis. Terima kasih kepada Hanbin yang sudah menyadarkan Moonbin kalau ia benar-benar menyayangi Eunbi. Sekarang, lelaki itu jadi jauh lebih perhatian.

Tapi malah jadi minta dihajar.

“Enggak mau.”

“Pokoknya harus, ya. Hari ini harus full-day dengan Eunbi biar aku tidak kepikiran soal mimpi yang tadi.”

“Mimpi itu cuma bunga tidur, Moonbin.” Eunbi ‘kan malas saja tiba-tiba diajak kencan begini. ‘Kan cewek itu tidak suka yang terlalu tiba-tiba.

“Mimpiku tadi itu mimpi buruk. Bukan bunga tidur lagi, tapi bunga bangkai.”

“Ish, keras kepala.”

“Pokoknya pulang sekolah kita kencan, enggak boleh protes. Sekarang, tidur sana, sudah pagi.”

Eunbi mengerling kesal, tapi tak urung tersenyum juga. Ya, apa salahnya menyenangkan pacarnya yang baru saja mengkhawatirkan dirinya. Tidak buruk juga.

“Iya, good morning.” Eunbi tertawa di kalimat terakhirnya. Rasanya aneh sekali ketika biasanya good morning menjadi kalimat sapaan, sekarang malah jadi kalimat perpisahan.

“Good morning.” Moonbin balas tertawa disebrang sana.

Kemudian, selanjutnya, yang terjadi adalah mereka memutuskan panggilan masing-masing dan kembali melanjutkan tidur mereka yang tertunda.

Hm, mimpi buruk yang tidak berakhir buruk.

.

.

.

BONUS:

CoypBQJWEAEBKCT

CoypBz4WEAEhpvq

PERCAYA GAK KALAU MEREKA TERNYATA BUKAN CRACK PAIRING HAHAHA

Iklan

3 thoughts on “Nightmare

  1. CUTE BANGET KENAPA HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH.
    aku gak keberatan punya cowok receh kalau bentukannya kayak moonbin mah HAHAHAHAHA.
    dan iyaaa aku juga liat foto thanks to-nya sinb di album itu sebel banget sampe bilang sarange hhhhhhhhh jadian aja udah sana jadian. padahal dulu ngeship sinb sama hoshi (hahaha lebih crack pairing lagi kayaknya ini) tapi apa daya kalo udah ada sinb-moonbin begini yowis cocok banget koq 😥 ❤

    Suka

    1. HEHEHE IYA KAN KAK MEREKA LUCU BANGET!!!! Mencurigakan juga sinb sampe bilang sarange segala, pdhl dia blgnya gapernah kontekan, kok sarange sarangean sih
      Moonbin memang rajanya receh buat sinb
      MAKASIH YA KAK UDAH BERKUNJUNG😳💕

      Suka

  2. kok aku suka banget ya sama nih ff…
    akhirnya nemu juga ff sinb moonbin..
    sweet banget… ucul juga nih couple:3
    kalau punya pacar kaya bin sih diajakin kencan kapan aja mau hehe

    iya tuh, aku jadi galau + greget lihat thanks to nya sinb di album
    cuman si bin yang di mention:))
    jadian aja deh… jadian…
    btw, nih series masih ada lanjutannya ga?
    butuh banget lanjutannya ini…
    sangat ditunggu..
    Hwaiting><

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s