[Choi Siblings Series] Life is not easy!

family-cartoon_23-2147502476

Staring:

  • Choi Sooyoung (1st children)
  • Choi Minho (2nd children)
  • Choi Jinri (3rd children)
  • Choi Seungcheol (4th children)
  • Choi Yoojung (5th children)

Genre:

Family, Slice of life

Length:

Series

kisah lima choi bersaudara dalam kesehariannya…

+++

GPl0XHe.jpg

Hidup itu enggak mudah.

Sebagai anak tertua dalam keluarga Choi, dan memiliki empat adik tengil yang sulit diatur, hidupku benar-benar enggak berjalan dengan mulusnya. Ibu yang meninggal setahun selepas adik bungsuku, Yoojung, lahir ke dunia ini, membuat hidupku kerap dilanda banyak sekali rintangan.

Tahun ini usiaku genap 26 tahun. Sudah enggak bisa dibilang muda lagi, tapi sayang, masih menjomblo.

Habis, tidak terpikir untuk punya pacar kalau mengurus adik-adikku saja sulitnya bukan main.

Meski sudah enggak punya adik bayi, tapi bagiku, keempat adik-adikku ini masih saja kayak bayi!

Enggak tahu harus bagaimana lagi menghadapi mereka. Kenapa ibu kuat sekali melahirkan kami berlima. Aku benar-benar takjub.

tumblr_nmo7fsPP0k1rsplwwo1_500.jpg

Minho, adikku yang kedua ini, hanya berbeda 2 tahun denganku. Umurnya 24 tahun ini. Harusnya sih tahun ini sudah beres skripsi dan segera wisuda lalu cari kerja. Tapi sayang, dia hidup dalam belenggu kemalasan.

Hidupnya masih bergantung pada aku dan Ayah, belum punya gaji sendiri jadi kalau urusan uang masih minta sana sini.

Pokoknya bikin jengkel!

Yang bagus dari Minho itu cuman modal tampang gantengnya!

Kerjaannya gonta ganti pacar, terus tiap malam minggu kerjaannya futsal, ngabisin uang Ayah.

Pokoknya, Minho ini masalah besar dalam hidupku. Dia tanggung jawabku, dan meskipun menyebalkan, aku sayang sekali pada bocah yang satu ini.

sulli (1).jpg

Anak tengah dikeluarga kami, Choi Jinri, atau lebih suka dipanggil Sulli. Katanya lebih lucu dan lebih pas dengan wajahnya. Padahal dulu, aku dan Minho mulai memanggilnya Sulli karena tubuhnya yang besar seperti tokoh animasi di Monster Inc, Sullivan. Tapi dia tidak pernah tahu akan fakta tersebut.

Biarkan saja. Dia gampang ngambek, kalau dikasih tahu pasti ngamuk bukan main.

Umurnya tahun ini 22 tahun, masih kuliah di jurusan Theater, seperti aku dulu.

Akhir-akhir ini aku enggak paham sama kelakuannya. Kayaknya dia punya pacar baru, tapi pacarnya ini pasti memberikan bad-influence pada adik tersayangku.

Habis, bagaimana tidak buruk, postingan instagramnya akhir-akhir ini aneh banget! Aku khawatir sekali sama Sulli. Dia juga sekarang jadi sepertinya menjaga jarak dariku dan Minho, yang notabene paling dekat dengannya.

Minho saja tidak tahu kenapa kelakuan Sulli akhir-akhir ini aneh sekali.

Kata Minho sih, pacar Sulli yang sekarang itu om-om. Awas saja kalau itu memang benar, aku gak akan tinggal diam.

tumblr_nrs308WvFk1t9n75fo1_1280.jpg

Kenapa Ibu melahirkan anak laki-laki di keluarga kami dengan kelakuan tukang tebar pesona? Cukup Minho yang aku punya selama lima tahun terakhir sampai akhirnya Choi Seungcheol lahir dengan kelakuan yang tidak beda jauh dengan Minho.

Tahun ini usianya 21 tahun, dan belum mau masuk kuliah juga.

Ayah sudah angkat tangan dengan Seungcheol, kerjaannya main melulu sedangkan bocah diusianya harusnya sibuk menuntut ilmu.

Setelah lulus SMA 2 tahun lalu, Seungcheol bilang kalau dia mau cuti dulu dan mengambil ujian masuk universitas tahun depannya, tapi ini sudah tahun kedua dan dia masih tidak mau mengambil ujian masuk universitas.

Padahal aku sudah marah-marah dan menasehatinya sampai urat-uratku rasanya mau keluar, tapi tetap saja dia cuek.

Bilangnya, “nanti juga pasti kuliah, masih banyak waktu,”

Mau sampai kapan? Usia tidak ada yang tahu ‘kan.

Jadi setiap harinya yang aku lihat hanya pemandangan Seungcheol yang main game seharian, Seungcheol yang mengacak-ngacak kulkas mencari makanan, Seungcheol yang beli ramen di supermarket dan Seungcheol yang tukang nongkrong di mall dekat sekolah Yoojung. Menggoda gadis-gadis remaja seusia adik bungsuku.

12797619_996608133708315_1421697972_n.jpg

Choi Yoojung, adik bungsuku yang paling aku jaga kehormatannya(?)

Oke, itu mungkin ungkapan yang terlalu berlebihan, tapi aku terlalu menyayangi adik bungsuku yang selisih 9 tahun denganku ini.

Dia terlalu berharga, dan aku enggak mau suatu saat nanti dia terjerumus seperti Sulli. Enggak akan aku biarkan Yoojung jatuh cinta dengan sembarang laki-laki.

Dia masih terlalu muda, masih 17 tahun, dan masih kelas 2 SMA.

Lagipula Yoojung terlalu polos untuk hal-hal berbau romantis. Aku bahkan berani taruhan bocah ini enggak suka sama laki-laki.

Maksudku, untuk saat ini. Lagipula Yoojung enggak pernah bilang boyband yang tampil di TV ganteng atau semacamnya. Dia bukan tipe fangirl. Satu-satunya lelaki yang dia bilang ganteng di dunia ini hanya B1A4 Jinyoung yang waktu itu emang sedang kelihatan ganteng banget pas muncul di drama warm and cozy.

Bahkan kakaknya sendiri pun enggak pernah dia puji ganteng.

Yoojung emang gadis yang baik!

Nuna, kenapa sih sup ayam nuna rasanya selalu aneh seperti ini?”

Aku mendelik menatap Seungcheol yang dengan wajah meringisnya menyicipi makan malam yang aku tengah hidangkan kali ini.

“Berhenti ngomong, dan cuci tanganmu dulu,” Jawabku sambil repot kedua tanganku membenahi cucian piring yang begitu menumpuk.

“Aku enggak mau makan ini, rasanya seperti air cucian baju,”

“Enak kok oppa, oppa lagi pms ya? Ngeluh melulu,”

Yoojung menaruh sendok yang habis ia gunakan untuk mencicipi sup ayam buatanku. Aku tersenyum bangga. Memang hanya Yoojung yang mengerti aku.

“Yoojung-a, panggil Sulli eonni kemari, bilang makanan sudah siap,” Suruhku.

Yoojung mengangkat bahunya, “Sudah, tapi malah asyik telfonan,”

“Dengan siapa?” Minho yang baru turun tangga segera mengambil tempat di kursi sebelah Yoojung, membuat Seungcheol yang sedang duduk disitu harus pindah dengan jengkel.

“Enggak tahu,”

Minho menatapku, dan aku hanya bisa menghela nafas.

Nuna, ini sudah keterlaluan. Kita harus bilang Ayah!”

“Ayah sibuk Minho, jangan ganggu dia disela waktu kerjanya,” Jawabku. Aku menjangkau handuk di atas kompor kemudian mengelap lenganku yang basah.

“Ayah kemana lagi sih? Bisnis diluar kota?” Mata Minho menyiratkan kekesalan yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.

Aku berjalan kearahnya, kemudian duduk di kursi makan sebrang Minho. “Menemui client dari China, sudah biarkan saja, kamu juga ‘kan kerjaannya menghabiskan uang Ayah, jadi biarkan Ayah bekerja,”

Mata Minho mendelik, “Halah, paling main sama cewek lagi!”

Oppa!” Yoojung menjerit kesal. Ia memang paling tidak suka dengan pembicaraan yang sudah melenceng pada kebiasaan buruk Ayah.

“Apa? Benar ‘kan? Kamu sendiri yang lihat tahun lalu Ayah bawa cewek ke rumah,”

“Aku gak suka kalau oppa ngomong seperti itu tentang Ayah!” Yoojung berdiri dari duduknya, meninggalkan piring makanan yang belum sempat ia sentuh sekalipun. Tungkainya membawanya keatasa menaikki tangga.

Lagi, aku menghela nafas. “Bisa gak sih sehari gak buat adikmu marah, Minho? Kamu itu sudah dewasa. Jaga omongan kamu,”

Minho tidak menjawab, memilih segera mengambil nasi dan sup ayam keatas piringnya.

“Lagipula nuna, apa yang dibilang Minho hyung itu benar, Ayah enggak mungkin ada urusan pekerjaan sampai satu minggu lebih, enggak ngasih kabar pula,” Seungcheol menyetujui opini Minho.

Lengannya mengambil piring dan menaruh nasi juga sup ayam diatas piringnya.

“Katanya makananku kayak air cucian baju,”

“Lapar nuna,” Cicit Seungcheol pelan.

Aku berdecak, “Lagipula mau Ayah main dengan perempuan manapun juga sudah bukan urusan kita,”

Minho dan Seungcheol mengalihkan netra mereka padaku, “Apa maksud nuna?”

“Dengar ya, Ibu sudah meninggal 16 tahun yang lalu. Kalaupun Ayah main dengan perempuan lain, pacaran pun, itu enggak bisa dibilang selingkuh. Jadi perilaku Ayah sebenarnya enggak bisa dibilang salah,”

Kini giliran Minho yang berdecak, “Usia Ayah sudah kepala lima, nuna. Apa enggak keterlaluan cari pacar diusia segitu? Kalau ada yang mau pun pasti hanya memanfaatkan harta Ayah,”

“Sudahlah, kamu juga anaknya senang memanfaatkan harta Ayahmu,”

Nuna! Aku serius!”

Aku tertawa pelan, “Minho,” ada jeda di kalimatku.

Minho dan Seungcheol menatapku penasaran. “Ayah membesarkan kita selama 16 tahun sendirian, sebagai single parents, kalian enggak kasihan pada Ayah? Biarkan Ayah menikmati hari tuanya, kita semua sudah dewasa. Bahkan Yoojung sudah bukan bocah smp apalagi sd, kita harus mengerti perasaan Ayah, jangan hanya memikirkan keegoisan kita kalau Ayah harus selamanya setia pada Ibu yang bahkan sudah 16 tahun enggak ada di dunia ini. Ayah dan Ibu sudah berbeda dunia. Tapi kita harus yakin satu hal, kalau Ibu masih ada dihati Ayah,”

Minho dan Seungcheol tertegun mendengar ucapanku. Mereka menatap nasi mereka dengan tidak selera.

Nuna ini ya emang paling pandai bikin melow..” Keluh Seungcheol, lengannya menjangkau air putih yang beberapa senti didepannya.

Minho menyumpit ayamnya, membuatku tersenyum. Dia tidak berkomentar apapun. Berarti dia mengiyakan ucapanku barusan.

Hei, hidup ini emang enggak mudah. Tapi sudah tahu enggak mudah, enggak usah dipersulit!

HAAAAI! INI DIA CHOI SIBLINGS SERIES!

Ada cerita pendek disetiap serinya! Mungkin nanti pov nya enggak akan selalu sooyoung, bisa jadi choi choi yang lainnya^^

Btw ada yang enggak tahu Choi Yoojung?

Kalau yang nonton Produce 101 pasti tau deh. Dia bias aku!!!

Yoojung sekarang jadi member i.O.i, girlgroup yang terbentuk dari reality show di mnet yang judulnya Produce 101. Pokoknya nanti kalo kesayangan aku ini debut bulan Mei kalian harus liattt! kkkk~

 

Iklan

2 respons untuk ‘[Choi Siblings Series] Life is not easy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s