Shit!

f826f04805d0cf12eabe09981084dadb.jpg

Staring:

[Gfriend] SinB (Hwang Eunbi) – [iKon] B.I (Kim Hanbin)

Genre:

School-Life, Fluff

WARNING!!
Crack Pairing ><


 

Rupanya Hwang Eunbi memang sedang ketimpa nasib sial. Sudah tadi pagi bangun kesiangan, sampai harus marathon dari terminal bus ke gedung sekolahnya sejauh satu kilometer, eh pas sampai sekolah, gerbangnya sudah dikunci. Ditambah jam pertama Pak Kim, guru senior yang paling anti dengan anak-anak yang suka terlambat. Ambisinya benar-benar kuat untuk memberantas hama siswa yang lelet pergi ke sekolah. Sampai akhirnya Eunbi harus rela di pukul bokongnya dengan tongkat kayu sepanjang 30 sentimeter yang sudah menjadi teman Pak Kim mengajar selama 35 tahun.

Belum habis sampai disitu, saat istirahat ia tidak kebagian makan siang dikantin karena harus mendengar omelan Pak Kim dulu selama 30 menit.

Nah, dan sekarang. Apalagi ini?

Teman-teman anggota club dancenya tidak memberitahu kalau Dahyun dari kelas 3-1 mengadakan pesta ulangtahun di rumahnya sore ini. Dan apa? Hanya Eunbi seorang yang tidak diberitahu sehingga sekarang, ia harus repot-repot membersihkan ruangan latihan yang bau keringatnya bukan main.

Sumpah, hampir saja Eunbi mengeluarkan semua sumpah serapahnya yang jangan ditanya, banyak bahasa hewan yang hampir tergelincir keluar dari bibirnya. Mulutnya memang keturunan gengster.

“Haaah, sejak kapan seorang Hwang Eunbi sesial ini..” Lengannya terus memulung beberapa botol minum kosong sambil memasukkannya kedalam kantong plastik.

Kriet..

Suara pintu ruang latihan yang terbuka, membuat netra Eunbi teralihkan dari botol-botol bekas yang berceceran di lantai.

Seorang lelaki dengan volume mata yang agak sipit dan rambut cepak coklatnya tengah berdiri diambang pintu sambil lengannya menjamah kenop.

Sebagai seorang perempuan, Eunbi cukup normal untuk dapat menilai kalau lelaki didepannya itu cukup tampan dan kharismatik. Bahkan dengan wajah tanpa ekspresinya, Eunbi bisa merasakan kharisma yang begitu mengoar keluar dari tubuhnya.

“Hai..”

Suara bass lelaki itu sampai pada gendang telinga Eunbi. Tapi dengan kondisinya yang tidak begitu baik hari ini, dia terlalu malas untuk bahkan membalas sesungging senyuman yang menyembulkan lesung pipit itu.

“Mau cari siapa?” Tanya Eunbi judes.

Eunbi tidak bermaksud sombong sebenarnya, tapi bibirnya sedang tidak ingin bicara yang manis-manis, sekalipun sekarang ia tengah dihadapkan dengan seorang bidadara.

Lelaki itu mengalihkan lengannya yang sedari tadi singgah di kenop, kemudian menggaruk kepalanya.

“Oh itu, ng, ada Jung Chanwoo?”

Aah Jung Chanwoo @$%^ Eunbi jadi ingin menemui lelaki itu sekarang juga. Dia biang dari puncak sialnya Eunbi hari ini.

Dia yang memberitahu Eunbi kalau anak-anak sedang pesta di rumah Dahyun, dan dengan seenak jidat, dia juga yang menyuruh Eunbi untuk membereskan ruang latihan yang hari ini memang sedang sangat berantakan.

“Ada perlu apa?” Lagi. Eunbi masih menahan emosi yang hampir meluap dengan mengeluarkan nada paling judes yang ia miliki.

Agak kasihan juga sebenarnya menumbalkan lelaki didepannya.

Lelaki itu mengerjapkan mata berulang kali. Mungkin agak heran, siapa juga ini bocah beraninya bicara tidak sopan padanya. Padahal baru bertemu hari ini.

“Eh, itu.. Masalah pribadi. Bisa beritahu saja dia sedang dimana?”

Emosi Eunbi tiba-tiba saja, tanpa ia tahu kenapa, memuncak sampai ubun-ubun. Ia melempar kantong plastik berisi botol-botol bekas tadi, kemudian menatap lelaki tampan itu dengan nyalang.

“YA! Si Chanwoo $%^&@ dia dengan seenaknya %$@!$&^ menyuruhku ini-itu @#$!%^& dia kira dia siapa?! Anak kepala sekolah?! #@!$^& sudah seharian aku ketiban sial &*^%$# ada saja yang bikin moodku hari ini tambah *&^%$$#@% sial! SIAL! SIAAAL!”

Keluar.

Ahh. Keluar semua kata-kata kotor Eunbi.

Yang biasanya ia hanya mengucapkannya didepan teman-teman dekatnya saja. Sekarang itu semua keluar didepan lelaki asing yang bahkan Eunbi ketahui namanya saja tidak.

Ditambah lagi, ini baru lima menit sejak mereka dipertemukan.

Lelaki itu mengerjapkan matanya berulang kali.

Sedangkan Eunbi sibuk mengatur nafasnya. Antara capek karena habis membereskan ruang latihan, atau karena capek habis ngomong kasar.

“I..itu..” Lelaki itu tiba-tiba bersuara.

Membuat Eunbi sadar kalau ia baru saja menyemprotkan unek-uneknya pada orang asing.

“Uh…” Lenguh Eunbi tidak tahu harus apa.

Tiba-tiba ia seperti merasakan cairan mengalir dikakinya. Apa keringatnya sebanyak itu, sampai mengalir di kaki segala?

Lengan lelaki itu terangkat, jari telunjuknya mengarah pada Eunbi, kemudian turun kebawah, Eunbi mengikuti arah telunjuk lelaki itu sampai berhenti kakinya.

“Darah….” Bisik lelaki itu.

Eunbi kaget. Lelaki itu apalagi.

Aih, hari sialnya belum berakhir rupanya.

“Argh kenapa menstruasi sekarang…” Desisnya.

Dengan wajah tertunduk, Eunbi memilih untuk segera pergi dari ruang latihan, meninggalkan lelaki asing yang baru ia temui beberapa menit lalu, yang sudah mengetahui segala hal memalukan yang terjadi padanya dalam hitungan menit.

 

Eunbi tidak kesiangan hari ini. Ia naik bus, dan sampai di sekolah dengan selamat. Gerbang juga belum ditutup, waktu masuk masih lama juga.

Eunbi memastikan, hari ini tidak akan sesial kemarin. Dan ia memastikan kalau ia memakai pembalut 35 sentimeter agar tidak tembus seperti kemarin lagi.

Ia bersyukur, lelaki saksi dari segala hal konyol yang ia lakukan kemarin bukan anak sekolahnya. Eunbi yakin sekali, soalnya kemarin ia tidak memakai seragam, juga tampilannya seperti mahasiswa, jadi ada kemungkinan dia hanya orang luar.

Hanya tinggal memastikan, kalau lelaki itu tidak cerita apa-apa perihal kemarin pada Chanwoo. Tampangnya sih tampang baik-baik. Apa mungkin kakaknya Chanwoo? Eiy, tidak mungkin.

Terlalu tampan untuk jadi kakaknya Chanwoo.

“Eunbi!”

Ia menengok ketika mendapati Dahyun melambai padanya. Eunbi hanya membalasnya dengan senyuman, masih agak sakit hati perihal pesta kemarin.

“Maaf ya aku lupa bilang padamu soal pesta ulang tahunku,”

Wajah Dahyun yang memelas, membuat Eunbi ngangguk-ngangguk saja, tidak mau kelepasan menjambak rambut pelangi gadis yang sepantaran dengannya itu.

“Mau ke ruang latihan dulu?” Tanya Dahyun.

“Mau apa?”

“Ada snack sisa pesta kemarin, mungkin sajah kamu mau,”

Eunbi tidak bisa bilang tidak. Karena baginya, menolak makanan sama saja akhir dunia, pada akhirnya, ia memutuskan untuk menyampingkan egonya dan mengekori Dahyun.

“Hai teman-teman!” Dahyun menyapa anak club yang tengah ramai berkumpul di ruang latihan. Nampak ramai, dan itu membuat perasaan Eunbi tidak enak.

Entah kenapa ia ingin menelan salivanya sekaligus.

Anak-anak duduk melingkar, membuat visualisasi Eunbi terlalu jelas untuk menangkap sosok lelaki yang duduk ditengah lingkaran itu.

Dalam hitungan detik, seperti adegan drama yang di slow motion, Eunbi merasakan netranya bersirobok dengan lelaki itu. Dan dunianya seperti gelap seketika.

“Hei Eunbi! Ngapain berdiri didepan pintu? Sini sapa senior kita yang 2 tahun lebih tua, Kim Hanbin. Dia dulunya juga ekskul– YA! Hwang Eunbi! Mau kemana?!”

Ocehan Chanwoo terhenti dengan hilangnya eksistensi Eunbi dihadapan mereka semua.

Chanwoo melempar pandangan pada Dahyun, “Kenapa dia lari?”

Dahyun mengangkat bahunya. “Mana kutahu..”

Sedangkan Kim Hanbin, tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulum senyumnya.

BxV0VJr


aduh AA Hanbin senyumnya bikin adem bener.

EH HAI!

Lama gak ngepost nih, soalnya lagi hiatus. Ini mungkin possan terakhir aku sebelum aku UN minggu depan hihihi

KYAA!! gak kerasa bentar lagi:( poek banget fix inimah UN kayak bukan UN wkwkwk

Pokoknya, minta do’anya aja ya supaya minggu depan segalanya lancar kekekek~^^ Hwaiting! Sampe ketemu setelah UN~!

Iklan

One thought on “Shit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s