[Songfic] He said He Loves me

DK-YJ1

Staring:

[GFriend] Yuju – [Seventeen] Dokyeom

Genre:

Romance, School Life, Fluff


He said he loves me; he’ll protect me that even if he could get whatever he wanted
He’s happier with just having me
He said he’ll only look at me even if he had the whole world
That a world without me has no meaning

Standing Egg feat. Windy – One Love (He said He loves me)

 

Please stop, someone stop me
At this rate I’ll fall
My wavering heart is shaking the world

 

Seseorang, siapapun itu, hentikan aku. Aku mohon hentikan aku.

Ini bukan sungguhan ‘kan?

Iya mungkin saja. Mungkin aku sedang dalam keadaan yang tidak sadar, ah, tidak-tidak!

Mungkin lelaki dihadapanku ini yang tengah tidak sadar.

“Aku tidak pernah mabuk, jadi aku sadar seratus persen,”

Aku bergeming. Apa dia cenayang? Kenapa dia tahu segala hal yang ada di otakku?

Apa ini sungguhan? Aku harap ini benar-benar hanya mimpi, agar aku tidak perlu merasa tidak enak hati, agar aku bisa segera bangun dan menyadarkan diri bahwa ini semua hanya ilusi belaka. Agar aku tidak jatuh pada seorang lelaki yang memiliki senyuman memabukkan seperti ini.

“Seokmin…”

Hanya itu kata pertama yang keluar dari bibirku setelah hampir setengah jam kami ada dalam posisi ini. saling berhadapan, dengan pikiranku yang melayang entah kemana.

“Aku…” Nah! Ini kata kedua.

Seokmin tersenyum. Tidak usah ditanya semanis apa senyumannya, yang jelas, kalian bakal diabetes ketika melihatnya.

“Kalau masih bimbang, lebih baik dipikirkan dulu.” Kembali senyuman tersembul, membuat kedua kakiku lemas.

Astaga, bagaimana perempuan tidak punya apa-apa sepertiku berhadapan dengan pangeran dari negeri dongeng!

Aku bersumpah aku hanya gadis biasa dari ratusan gadis di sekolahku, dan kenapa harus aku?!

“Aku mau menunggu kok,”

Aku seperti akan meleleh ditempat.

 

 

I’ve never felt it until now
Living life, no one’s ever taught me before
My heart is about to burst I can’t take it anymore

Selama delapan belas tahun aku hidup, tidak pernah selama itu aku merasakan perasaan seperti ini.

Terasa begitu asing, tapi menyenangkan.

Jantungku seperti akan lompat keluar dari mulut. Aku tidak bisa lagi menahan debaran yang keterlaluan ini, sampai rasanya seluruh kelas bisa mendengar detak jantungku.

“Ini terima kasih,”

Kembali, aku menemukan senyuman itu ditujukkan kepadaku.

Aku hanya bisa membalasnya kikuk, sambil lenganku terulur mengambil buku catatan yang Seokmin serahkan.

Tanpa banyak basa-basi aku menyimpannya kedalam tas, tidak menghiraukan Seokmin yang masih berdiri disamping mejaku, aku segera berlari keluar kelas.

Jantungku! Astaga, kenapa dengan debaran ini!

 

 

He said he loves me; he’ll protect me that even if he could get whatever he wanted
He’s happier with just having me
He said he’ll only look at me even if he had the whole world
That a world without me has no meaning

Percuma saja.

Aku kira dengan pergi ke perpustakaan, dan membaca tumpukkan novel yang sudah biasa jadi langgananku setiap minggunya, bisa membuat aku lupa dari bayang-bayang Seokmin.

Ternyata tidak.

Senyuman Seokmin seperti tiba-tiba muncul disetiap lembar novel yang tengah aku baca.

Ughhh, kalau ingat kejadian minggu lalu, pipiku jadi panas!

Seokmin bilang dia suka padaku. Dia akan selalu ada disampingku dan melindungiku dalam kondisi apapun.

Dia bilang, dia akan senang jika bisa memilikkiku.

Dia bilang, dia hanya akan melihatku sekalipun dia memiliki seisi dunia.

Dia bilang, dunia tanpaku, tidak akan berarti.

Ya Tuhan, bagaimana ia bisa semanis itu bahkan ketika aku benci kata-kata cheesy seperti itu. Bagaimana bisa ia membuatku seperti akan meleleh ketika aku bahkan sangat jijik dengan lelaki yang hanya bicara saja.

Dan bagaimana bisa aku menggantungnya ketika aku bahkan tahu kepada siapa hati ini berlabuh.

Lee Seokmin.

 

 

Please stop, someone pinch me
Tell me to wake up from this dream, my wavering eyes are shaking the world
I’ve never felt it until now
Living life, no one’s ever taught me before
I think I know what this ‘love’ is, I’ll soar through the skies

 

Seseorang cubit aku.

Jika ini mimpi tolong bangunkan aku dari mimpi yang terlalu indah ini. Aku bahkan tidak sanggup menahan letupan-letupan ini.

“Kenapa?” Seokmin menyembulkan senyumannya ketika sadar kalau sedari tadi aku hanya menatapinya dengan tatapan tidak percaya.

“Apa— apa yang kau lakukan disini— maksudku, ini hari minggu—dan,”

“Aku datang mengunjungimu, dan ngomong-ngomong aku bawakan ini,”

Aku menatap kantung plastik putih yang menggantung dilengannya, “Apa itu?”

“Roti melon,”

Ugh, bagaimana bisa lelaki ini tahu makanan kesukaanku.

“Seokmin…”

“Ya?”

“Ugh, jangan tersenyum!” Aku menggosok wajahku kasar membuat Seokmin menghentikan senyuman yang sedari tadi tak henti-hentinya ia perlihatkan.

“Kenapa?”

“Aish jangan,”

Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku.

Aku menyukainya juga, sepertinya. Tapi kadang perasaan bimbang itu selalu kembali datang dan menghantuiku tiap malamnya.

Aku takut.

Aku takut Seokmin hanya main-main, karena sebelumnya tidak pernah ada lelaki yang memperlakukanku seperti ini.

Menatapku tepat pada netra, memperhatikanku, peduli padaku, semuanya. Semua perlakuan Seokmin terlalu diluar akal sehat.

Ditambah, ia terlalu sempurna hanya untuk menyukai gadis super biasa sepertiku.

“Seokmin..”

“Hm..?”

Lihat? Dia selalu senang menatapku tepat pada netra, membuat aku tidak bisa menahan ribuan kupu-kupu yang beterbangan dalam perutku.

“Soal minggu lalu…”

Tatapannya masih tidak lepas dariku. Membuat aku makin gugup.

“Aku.. aku juga suka padamu, tapi—“

Belum selesai aku bicara, lengan Seokmin menggapai tubuhku, membawaku kedalam rengkuhannya yang hangat dan lebar. Seokmin memelukku erat, erat sekali sampai rasanya kakiku seakan melayang terangkat.

Lagi, jantungku berdetak kencang. Wajahku memanas yang untungnya Seokmin tidak bisa melihat itu.

“S-Seokmin..”

“Yuna-ya. Simpan kata Tapi itu untuk nanti karena aku terlalu senang kau membalas perasaanku,”

 

 

 

I don’t think it’s you, I think you’re playing around
It all seems too much of a dream

“Yuna-ya! Sini!”

Aku menatap sekitar ketika beberapa pasang mata menyadari interaksiku dan Seokmin untuk pertama kalinya didepan publik. Bagaimanapun juga, Seokmin cukup terkenal karena dia ketua club vokal di sekolahku.

Dengan agak gelisah, sambil membawa nampan, aku menghampiri Seokmin yang masih belum menghentikan lambaian tangan dan cengiran cerianya itu.

“Sssst!” Aku menaruh nampanku dimeja, mataku mengarah pada seluruh penjuru kafetaria, “Jangan terlalu membuat orang curiga!”

“Kenapa?”

“Nanti mereka kira kita punya hubungan,”

“Kita ‘kan memang ada hubungan,”

Aku lupa kalau Seokmin ini terlalu polos.

Aku agak berdehem, tanpa berkomentar memutuskan untuk segera menyantap makan siangku.

“Yuna-ya..”

“Hmmm,”

“Aku tidak main-main kok,

Aku menghentikan sendokan keduaku, memutuskan untuk menatap Seokmin yang tengah tersenyum.

“Kalau perasaan bimbangmu itu karena takut aku main-main dengan perasaanmu, jawabannya tidak. Aku tulus. Aku benar-benar tulus menyukaimu, dan juga, kau tidak sedang bermimpi, ini nyata. Kau dan aku, perasaan kita ini, ini nyata dan hanya bukan mimpi.”

Mungkin ini alasan kenapa Lee Seokmin menarik perhatianku.

Dia bisa mengerti dengan bagaimana perasaanku saat ini tanpa aku harus bicara terlebih dahulu. Dia.. selalu berhasil membuat aku tenang.

 

 

I want to love you, I want to cherish you, I want to protect you, even if I got whatever I asked for
I’m happier with just having you
I want to look at only you even if I had the whole world

Aku melepas genggaman tangan kami ketika aku sadar ini sudah sampai di rumah. Seokmin agak melenguh kecewa ketika aku melakukannya.

“Sepertinya kita harus mulai mengatur jadwal date,”

“Jadwal date?” Aku menyernyitkan alisku bingung.

Seokmin menganggukkan kepalanya dengan gesture yang lucu, “Bertemu denganmu hanya di sekolah tidak membuatku puas untuk melihatmu,”

Ugh dia benar-benar cheesy.

Dan anehnya, aku selalu menanggapi itu.

Eung. Baiklah. Besok kita mulai atur jadwal date kita,”

Seokmin tersenyum, aih, tampan sekali.

Lengannya menarik milikku membuat aku jatuh kedalam pelukannya. Lengan lebar Seokmin merengkuh tubuhku membuat aku tenggelam dalam pelukannya yang begitu hangat. Bertambah lagi satu hal yang aku sukai dari lelaki ini. Pelukannya.

Telapak tangannya mengelus punggungku dengan lembut, menghadirkan perasaan yang begitu nyaman ketika berada di dekatnya seperti ini.

“Yuna-ya,”

Eung?”

“Aku ingin terus menyukaimu seperti ini,” Bibir Seokmin menyentuh rambutku, menciumi puncak kepalaku dengan pelan. Kemudian aku merasakan dagunya ia tempatkan disana. Seperti agak kesulitan karena tinggi badanku.

“Aku akan selalu menghargaimu, melindungimu, dan bahkan, ketika aku bisa mendapatkan segala hal yang aku bisa dapatkan, aku hanya ingin memilikimu dan bahagia bersamamu. Aku hanya akan melihatmu, aku berjanji,”

Aku tersenyum dibalik pelukan itu. Astaga, sumpah pemikiran lelaki ini terlalu dewasa dan terlalu jauh, tapi, untuk saat ini, biarkan saja.

Biarkan kami bahagia seperti ini meski rasanya terlalu berlebihan.

Karena, bagaimanapun, aku sudah terlalu jauh jatuh pada pesonanya.

 

.

.

kkeut!

BONUS PIC:

tumblr_o202plUolZ1uth0uko1_500.jpg

I DON’T SHIP THEM FOR NOTHING:’)

HAPPY GRADUATION YUJU AND DOKYEOM!!

Iklan

9 respons untuk ‘[Songfic] He said He Loves me

  1. Komen apa ya? Bingung:””) fluffy banget saya sukaaa. Ya ampun, author-nim so fluffy, saya senyum-senyum sendiri bacanya. Suka pokoknya sukaaa:”””) speechless ampun deh :””)

    Suka

  2. Aih ini manis banget dan aku juga ngeship mereka berdua. Mereka terlalu unyu untuk diabaikan dan tidak-dishipkan. Hahaha.
    Apa daya mas seokmin emang senyumnya menular. Aing takut diabetes lihat dia terus T.T

    Nice FF 🙂 salam kenal yaa 😀

    Suka

    1. HAAAI HEHEHEHE MEREKA MEMANG MANISSSS
      Bener kannn orang yang gak suka seokmin aja kalo liat dia senyum pasti ikut senyum tuh wkwkwk
      Makasih yaaa udah berkunjung💓 SERING SERING MAMPIR!!!!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s