[FICLET] HELLO!

wendy__red_velvet___png___1_by_kseniakang-d7vmcch

Staring :

[Red Velvet] Wendy Son – [GOT7] Mark Tuan – [GOT7] JR

Genre :

Fluff, Romance

Length :

FICLET

“Hei… Salam kenal!”

.

A/N : WARNING! CRACK PAIRING!

.

“Masih galau?”

“Huh?”

Wendy menolehkan kepalanya dengan gerakkan malas, menyorotkan pandangan pada sosok Seulgi, sahabatnya.

“Sudahlah, lebih baik move on. Untuk apa menunggu yang sudah taken?”

“Siapa yang menunggu?”

“Itu, buktinya kau masih menaruh pandangan berapi-api ketika melihat Jinyoung dan Suzy jalan bersama.”

“Jangan mengada-ngada Seulgi-ya

Wendy memutar bola matanya malas. Sungguh, sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya, pisau seakan menusuk-nusuk jantungnya dan seakan sistem sarafnya berhenti sesaat.

Kalau dipikir dengan logika, salah tidak sih, marah melihat mantanmu jalan dengan gadis lain? Oke, Wendy sadar, dia sudah tidak ada hubungan apapun dengan Jinyoung setelah tiga bulan terakhir mereka menyudahi hubungan mereka. Tapi kan, yang menyudahi itu Jinyoung, sedangkan dirinya hanya bisa menelan pahitnya cinta ketika dua bulan berikutnya ia melihat Jinyoung sudah menggaet Suzy, Ratu dari segala Ratu di jagat sekolah ini.

Dan satu bulan terakhir ini, Wendy harus menahan gejolak api cemburu ketika melihat dua couple lovey dovey itu jalan bersama. Oh god! Bahkan rasanya Wendy tak sanggup menopang amarah dan cemburu yang meluap menjadi satu.

“Segera cari pengganti Jinyoung, makanya!”

“Haish, kau tahu Seulgi-ya. Aku dan Jinyoung itu enam bulan, dan sulit rasanya melupakan kenangan yang begitu manis yang sudah kita lewati bersama..” Wendy tiba-tiba saja teringat akan moment manisnya bersama Jinyoung, dan itu semua malah membuat hatinya tambah nyeri.

Ouch, kau bahkan masih terlalu lugu untuk mengerti apa artinya cinta!”

“YA! KANG SEULGI!”

“Kau dengar Wendy-ya?”

“Apa?”

“Ada murid baru dari kelas 3! Kau bisa menjadikannya pelarian,”

Wendy memasang tatapan aneh pada Seulgi. “Kau sehat? Apa maksudmu dengan pelarian?”

Seulgi nyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kau tahulah.. Tampangmu itu tidak jelek, kau bisa merayu kakak kelas kita itu dan menjadikannya pelarian cintamu dari Jinyoung!”

“Kau pasti sudah gila! Memangnya aku ini semacam slut main rayu-rayuan segala. Lagipula, tampangku masih belum sepadan dengan SNSD Yoona, dan aku belum bangga akan hal itu..”

“Aish kau ini ngawur, sampai kapanpun kau tidak akan pernah mirip dengan SNSD Yoona! Aish sudahlah, lupakan saranku, lebih baik kita ke kelas sekarang juga!” Dan detik berikutnya, Seulgi mengambil langkah seribu meninggalkan Wendy.

Ouch, Sorry..”

Wendy menunduk minta maaf ketika tidak sengaja ia bertubrukan dengan seseorang di kantin. Mungkin kedengaran cheesy, tapi ini kenyataannya. Yang jelas ini bukan adegan romantis yang kalian semua bayangkan.

“Pasang matamu..”

Suara dingin yang tidak pernah Wendy dengar tiba-tiba menusuk gendang telinganya. Wendy mengangkat kepalanya, dan tiba-tiba saja disuguhkan sosok bidadari yang turun dari kayangan!

Tidak!

Wendy tidak bermimpi!

Tapi lelaki dihadapannya punya wajah yang nyaris sempurna dengan raut tanpa ekspresi itu.

“Ah, iya. Maaf!” Wendy rasanya tak sanggup berdiri, hingga detik berikutnya ia memutuskan untuk kabur, daripada menanggung resiko pingsan dengan hidung berceceran darah. Huft, detik-detik menegangkan dalam hidupnya!

“Kau bertemu dengannya kan!?”

“Kakak kelas yang baru itu maksudmu?” Wendy mengatur nafasnya yang ngos-ngossan. Lari dari kantin ke kelasnya memang butuh tenaga ekstra.

“Yap!”

“Astaga tampan sekali…” Wendy kembali membayangkan wajah lelaki berambut coklat cepak itu.

I know right…” Seulgi tersenyum bangga.

“Aku bahkan tidak mampu disandingkan dengannya, astaga, Kang Seulgi! Dia terlalu sempurna, asal kau tahu!”

Seulgi menganggukkan kepalanya setuju. Kemudian mereka kembali melanjutkan cerita tentang lelaki misterius tersebut.

Kalau kalian ingin tahu moment ter-awkward itu apa, ya… seperti sekarang ini!

Bunuh saja aku dan hayati di rawa-rawa! Begitu sekiranya apa yang diteriakkan Wendy dalam hati.

Tidak sengaja berpapasan dengan mantanmu di perpustakaan kemudian saling berpandangan intens seperti yang ada di film-film. Begitulah apa yang terjadi saat ini.

“Hei..” Tiba-tiba saja sang lelaki, Jinyoung, merekahkan sebuah senyum yang dulu diidam-idamkan seorang Wendy. Anehnya, saat ini, Wendy tidak lagi merasakan senang seperti dulu. Justru, ia merasa Jinyoung hanyalah Jinyoung. Lelaki biasa yang tidak pernah Wendy taruh perasaan suka.

“Hai Jinyoung-ah” Wendy menjawab. Agak canggung, tapi bukan gugup.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik tentu saja.” Jawaban Wendy terdengar mantap.

“Hampir sebulan tidak melihatmu disekolah.. Kau terlihat bahagia?”

Wendy terkekeh. “Begitulah. Akhir-akhir ini hidupku berubah total! Dan aku senang akan hal ini..”

Jinyoung tersenyum. “Syukurlah.. Kau masih sendiri..?”

“Kenapa? Kau suka padaku lagi?”

“Kalau iya bagaimana?”

Wendy hanya berniat melemparkan candaan. Tak disangka, jawaban Jinyoung melenceng dari perkiraannya.

“Uh?”

“Aku tidak bercanda, Wendy-ah..”

Tatapan Jinyoung menyiratkan sebuah keseriusan. Tapi Wendy tidak merasa hatinya tergerak. Bahkan ia merasa, rasapun sudah tak ada.

“Kau tahu… Ini sedikit sulit..” Kekeh Wendy.

“Aku sudah putus dengan Suzy..”

“Bukan itu yang aku maksud, Jinyoung-ah..” Wendy merasa hatinya tak enak untuk menjawab.

“Aku tahu kau dulu masih mengharapkanku, dan sekarang, ketika aku sudah sendiri, kenapa sulit sekali bagimu untuk membuka hati untukku lagi? Bukankah kau masih menyukaiku?” Entah kenapa, perkataan Jinyoung barusan agak menyinggungnya. Perasaan malu menyelusup dirinya ketika lelaki dihadapannya itu ternyata tahu apa yang ia rasakan selama ini.

“Point utamanya sekarang berbeda,” Sulit. Sulit bagi Wendy untuk menjelaskan hal itu.

“Apa maksudmu?”

Jinyoung melangkah kedepan lebih maju.

“Itu…”

“Sekali lagi kau melangkah, aku pastikan tulang rusukmu retak detik ini juga.”

Jinyoung dan Wendy menoleh. Kemudian menemukan sosok lelaki berambut coklat cepak tengah menyilangkan tangannya didekat rak buku.

“Mark..”

Hampir bersamaan, JInyoung dan Wendy mengatakannya.

Hyung… Apa yang kau lakukan disini?” JInyoung menoleh heran.

“‘Hyung’? Kau mengenalnya?” Wendy menatap Jinyoung dengan tatapan frustasi.

“Kenapa tidak? Dia sepupuku yang sebulan lalu baru datang dari Amerika. Dan… Apa kau mengenalnya?”

“Eung, itu..”

“Aku pacarnya, Jinyoung-ah

Dan seakan jantung Jinyoung akan jatuh ke lantai. Ia kemudian menatap Wendy yang tengah menahan senyum ketika melihat lelaki tampan dihadapannya tengah tersenyum kearahnya.

“Tidak, kalian pasti bohong…”

“Hei… Salam kenal!” Tidak memperdulikan perkataan Jinyoung, suara bariton milik Mark masuk dalam indra pendengaran Jinyoung. Dan seakan suara itu adalah pesan kematian, karena detik berikutnya Jinyoung sudah tergeletak di lantai.

“Ya! Oppa! Bagaimana ini! Jinyoung pingsan!”

“Sudahlah.. Ayo pergi darisini, dia hanya hiperbola..”

“Tapi, oppa!”

“Sudah, ayo!”

.

WKWWKWKWKWK THAT AWKWARD MOMENT KETIKA MANTAN MINTA BALIKAN!!!!!

HEHEHEHEH MPUS DAH JINYOUNG BHAY!

Iklan

4 respons untuk ‘[FICLET] HELLO!

  1. okey.. menurutku ini terlalu singkat dan sejujurnya banyak masalah yg masih membingungkan disini, cuman aku tahu lah ini ficlet. tapi keseluruhan bagus.. oh iya sixth sense nya kapan di update?? Semoga secepatnya, HWAITING!!!

    Suka

  2. Astaagaa XD,doh kurang panjang napa harus ficlet coba;-;.
    Jarang-jarang nemu ff markxwendy,bikin lagi dong thorrr ff markxwendy nya.Biarin crack pairing juga.
    Cocok kok wendyxmark ato nggak wendyxjackson.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s